Selamat Jalan YM. Anton Taufiq Hadiyanto, S.H.I., Sosok Hakim yang Menanamkan Semangat Kekeluargaan di PA Tutuyan
TUTUYAN – Kabar duka yang mendalam menyelimuti dunia peradilan. Pada Senin, 30 Maret 2026, salah satu putra terbaik peradilan yang kini menjabat sebagai Ketua Pengadilan Agama Negara, YM. Anton Taufiq Hadiyanto, S.H.I., telah berpulang ke Rahmatullah.
Bagi keluarga besar Pengadilan Agama (PA) Tutuyan, sosok almarhum bukan sekadar mantan rekan kerja. Beliau adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah awal perjuangan lembaga ini di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Dedikasi Tanpa Batas di Gedung Lama
Bertugas di PA Tutuyan pada periode 2018-2020, YM. Anton Taufiq Hadiyanto menjadi saksi sekaligus aktor utama di masa-masa awal operasional kantor. Meski saat itu masih menempati gedung lama dengan sarana yang sangat terbatas, semangat beliau dalam menegakkan keadilan tidak pernah surut.
Ketukan palu sidang beliau di gedung lama telah memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi banyak masyarakat Boltim. Dedikasi beliau membuktikan bahwa pelayanan publik yang tulus tidak dibatasi oleh kemegahan gedung, melainkan oleh ketulusan hati sang hakim.
Sertifikat APM 2020
Jejak emas almarhum diukir saat beliau dipercaya menjabat sebagai Ketua Tim Akreditasi Penjaminan Mutu (APM) PA Tutuyan. Di bawah kepemimpinan dan ketelitian beliau, PA Tutuyan yang saat itu merupakan satuan kerja baru, berhasil melompat tinggi meraih prestasi nasional.
Buah kerja keras beliau membawa PA Tutuyan meraih Sertifikat APM yang diserahkan langsung pada Rakor Badilag di Bali tahun 2020. Prestasi ini menjadi tonggak sejarah penting yang menetapkan standar pelayanan prima di PA Tutuyan hingga hari ini.
Sosok "Keluarga" dan Penjaga Silaturahmi Tanpa Sekat
Di luar jabatannya sebagai hakim, YM. Anton Taufiq Hadiyanto dikenal sebagai sosok dengan jiwa persaudaraan yang luar biasa tinggi. Beliau adalah pengikat silaturahmi yang tidak mengenal kasta jabatan.
Hingga akhir hayatnya, almarhum dikenal sangat rutin menjalin komunikasi dan menyapa rekan-rekan di PA Tutuyan, para alumni, sesama Hakim, hingga mantan PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri). Beliau memperlakukan setiap orang sebagai keluarga dan saudara, memastikan bahwa ikatan batin yang terbangun di Tutuyan tidak pernah putus oleh jarak maupun waktu.
Selamat Jalan, Pejuang Keadilan
Seluruh aparatur Pengadilan Agama Tutuyan mendoakan agar segala amal ibadah almarhum, khususnya perjuangan beliau dalam membangun fondasi keadilan di masa awal berdirinya kantor ini, menjadi amal jariyah yang tak terputus.
“Selamat jalan, Pak Anton. Dedikasimu di gedung lama adalah cahaya bagi kami di masa depan. Persaudaraan yang engkau tanamkan akan selalu kami jaga sebagai warisan abadi.”
Keluarga Besar Pengadilan Agama Tutuyan Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya.







